Mitra Bisnis yang kami hormati,
Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan Bapak / Ibu kepada Solo Center Point.
Pada tanggal 1 Maret 2008 yang lalu, telah dilaksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Solo Center Point yang dilanjutkan dengan pengerjaan pengukuran ulang dan test tanah.
Awal Juni 2008 pekerjaan pondasi Bore Pile mulai dilaksanakan, pekerjaan meliputi pengeboran tanah dan pengecoran beton. Pelaksanaan pembangunan direncanakan berlangsung 18 bulan dan dijadwalkan selesai diawal 2010.
Solo Center Point yang terletak di jalan utama jalan Slamet Riyadi Solo mempunyai konsep mix used yang menggabungkan pusat bisnis, pusat makanan dan jajanan, perkantoran, hotel Aston Solo dan apartement. Semua fasiitas hotel berbintang seperti kolam renang, fitness center, taman bermain, spa dan entertainment ada di Solo Center Point. Dengan jumlah unit yang tebatas dan jumlah unit per lantai hanya 14 unit (apartement) dan 17 unit (condotel) menjadikan Solo Center Point aman untuk investasi dan nyaman untuk tempat tinggal.
Kantor Pemasaran :
Jl. Slamet Riyadi 486 Solo
Telp. 0271.7028888 /
0271. 716790 |
Slogan Solo Kota Budaya yang terpasang melintang sepanjang jalan Slamet Riyadi Purwosari dekat lokasi proyek Solo Center Point menjadi inspirasi pengembang dalam konsep meraih keberhasilan dalam “berasitektur”. Konsek masa lalu identik dengan ikon fisik, seperti bangunan tua dan situs peninggalan budaya lama.Akan lebih bermakna luas bila memperhatikan apa yang ada diluar bentuk fisik yang berupa nilai-nilai yang diidentifikasi oleh pengembang dengan mempertimbangkan seluruh aspek kondisi fisik dan fungsi kawasan dan bangunan, termasuk budaya dan alam sekitarnya.
Solo Center Point akan dibangun dibekas lahan Purwosari Plaza, yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di Solo saat itu. Purwosari Plaza terbakar pada saat terjadi Kerusuhan Mei 1998. Awalnya akan dibangun kembali sebagai mall dan apartemen. Tetapi mengingat bahwa lahan yang ditempati tidak terlalu besar, 5.851 m2, dan telah ada dua mall baru yang memadai bagi masyarakat Solo Raya yang mana posisi kedua mall tersebut mengapit lokasi SCP. Maka digagas konsep yang berbeda dengan konsep mall yang telah ada, yakni konsep CITY WALK. Format terbaru dari perkembangan konsep retail modern, dimana mayoritas tenants terdiri dari restoran/kafe dan entertainment. Penekanan pada gaya hidup merupakan ciri sebuah citywalk dan merupakan refleksi perkembangan budaya masyarakat modern, dimana waktu untuk hiburan dan aktualisasi mendapatkan porsi yang lebih besar. Konsep ini juga merespon rencana Pemerintah Kota Solo untuk pedestrianisasi sepanjang Jalan Slamet Riyadi, seperti Orchard Road di Singapura.
Solo Center Point direncanakan terdiri dari sebuah plaza / innercourt dengan dikelilingi bangunan komersial berupa toko/restoran, entertainment, perkantoran dan hunian diatasnya serta terhubung dengan Pedestrian Jl. Slamet Riyadi. Plaza direncanakan sebagai alun-alun kecilyang bisa menjadi wadah kegiatan sosial budaya masyarakat Solo. Hal ini sejalan dengan tradisi budaya kota Solo seperti tradisi “wedangan”, yakni menikmati minuman khas yang hangat dimalam hari, dan kuliner tradisional yang senantiasa tersedia sepanjang malam dan banyak dicari oleh para pelancong.Tidak hanya plaza yang mengadopsi tradisi tersebut tetapi juga Resto & Café disekelilingnya dirancang dengan “outdoor setting” baik dilantai dasar maupun di lantai I.
Selain mengadopsi nilai-nilai tradisi sosial budaya, kawasan Solo Center Point harus bernilai ekonomis. Sehingga direncanakan fungsi-fungsi pendukung lainnya yang bernilai komersial, berupa hotel, strata title apartement dan perkantoran.
Solo Center Point memiliki 100 unit Apartement dan 160 unit Condotel, kurang lebih 50 unit ruko (hadap jalan slamet riyadi, jalan perintis kemerdekaan, jalan parangliris dan didalam plaza City Walk Solo Center Point). Dengan berbagai kemudahan akses yang telah di desain oleh arsitek terbaik yaitu PTI Architects Indonesia. Selain itu hotel opertor juga akan dikelola oleh Aston International yang telah berpengalaman dan memiliki reputasi terbaik.
Solo Center Point akan menjadi ikon baru kota Solo, dan menjadi bangunan tertnggi di kota Solo. Komitmen pengembang Solo Center Point tidak berhenti ke dalam fisik bangunan, bahkan dibuktikan dengan sukses menggelar pesta budaya “Solo Batik Carnival” pada bulan April 2008. Lokasi Solo Center Point sangat strategis yaitu sebagai gerbang Kampung Laweyan, kampung batik tertua di kota Solo Dengan mengembangkan tradisi batik yang diangkat sebagai tema pengembangan proyek hingga tema interior hotel.
Integrasi konsep pengembagan property di jalan utama kota Solo dengan trdisi budaya Solo terwujud di Solo Center Point yang akan menjadi nilai tambah investasi menarik dan menguntungkan bagi Investor.
|